Kesehatan Pesantren

Wakil Ketua Bidang : Achmad Syaifuddin, Ph.D.
Wakil Sekretaris        : Dr. Khoiron As-Saidany, SAP., M.IP
Anggota                 : M. Wildan, Eka Susanti, drh. Agung Prasetyo

 

1. Latar Belakang

Pemenuhan air bersih layak pakai dan untuk konsumsi menjadi salah satu keperluan yang krusial untuk masyarakat. Data awal menunjukkan bahwa Sebagian masyarakat masih menggunakan air baku tanpa melalui proses pengolahan. Penggunaan air seperti ini dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan yang mungkin disebabkan oleh adanya polusi organik atau inorganik serta kandungan mikrobiologi berbahaya. Secara fisik, warna dari air baku yang tercemar cenderung sangat keruh yang mungkin disebabkan oleh tingginya kandungan kadar total padatan terlarut (TDS), ion logam atau bahan-bahan organik. Di level kabupaten, rata-rata dari persentase penduduk dengan akses air bersih baru mencapai 49 persen (BPS, 2015). Data tersebut menunjukkan bahwa akses air termasuk untuk kebutuhan minum yang layak masih sangat timpang di Indonesia. Ketimpangan pada akses air yang layak diminum ini pula yang diduga menjadi penyebab ketimpangan dan relatif rendahnya capaian dari indeks pembangunan manusia (IPM) di Indonesia.

2. Tujuan

  1. Meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam menangani masalah lingkungan (air bersih, sampah dan PHBS) di pesantren
  2. Meningkatkankesadarandankemampuandalammenanganimasalahpenyakitdipesantren

3. Langkah Strategis