Perkuat Sinergi, PW RMI NU Jawa Timur Gelar Rapat Koordinasi

 

Perkuat Sinergi Pesantren, PW RMI NU Jawa Timur Gelar Rapat Koordinasi Pengurus
SURABAYA, Kantor PW RMI JATIM

Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PW RMI NU) Jawa Timur mengulangi tekadnya untuk mendukung perkembangan pesantren di area Jawa Timur. Lewat Rapat Koordinasi Pengurus yang berlangsung di Surabaya pada Selasa (05/05), PW RMI NU Jatim menguatkan kerjasama antar PC RMI NU se-Jawa Timur dalam merancang strategi untuk menghadapi tantangan pondok pesantren di masa digital dan kemandirian ekonomi.
Acara ini dihadiri oleh para pengurus PW RMI NU Jawa Timur, menjadikannya sebagai waktu yang signifikan untuk menyelaraskan langkah organisasi menuju Muktamar dan setelah Musyawarah Wilayah. Pertemuan ini bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga berfungsi sebagai momen introspeksi dan pelaksanaan atas program kerja yang telah dilaksanakan.

Penguatan Ideologi dan Tradisi di Era Modern
Pemimpin dari PW RMI NU Jawa Timur, dalam pembukaan, menegaskan peranan penting RMI sebagai organisasi pondok pesantren NU dalam melindungi reputasi pesantren sebagai garis pertahanan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Ia menjelaskan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan yang diterapkan di tingkat wilayah bisa terlaksana dengan baik hingga ke pondok pesantren yang paling dasar di daerah.

“Tantangan yang dihadapi pesantren saat ini bukan hanya sebatas kurikulum tradisional, tetapi juga bagaimana kita bisa menggabungkan nilai-nilai luhur pesantren dengan tuntutan zaman. RMI perlu bertindak sebagai pendukung bagi pesantren untuk beradaptasi dengan teknologi tanpa mengorbankan identitas tradisional mereka,” ujarnya di hadapan para peserta rapat koordinasi.

Fokus pada Kemandirian Ekonomi dan Digitalisasi
Salah satu hal penting yang dibahas dalam rapat koordinasi kali ini adalah program pengembangan ekonomi pesantren. PW RMI NU Jatim meyakini bahwa kemandirian finansial merupakan kunci utama agar pesantren dapat terus berkembang secara mandiri. Melalui pengoptimalan unit usaha pesantren dan pengembangan jaringan bisnis antarpondok pesantren, RMI Jatim berusaha untuk mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi yang tangguh di kalangan Nahdliyin.

Di samping ekonomi, digitalisasi data pesantren juga menjadi perhatian utama. PW RMI NU Jatim sedang menyempurnakan sistem pendataan pesantren yang terpadu untuk memudahkan pemetaan potensi, mulai dari jumlah santri, kualifikasi pengajar, hingga fasilitas yang tersedia. Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat membantu PWNU Jawa Timur dalam memberikan dukungan dan distribusi bantuan atau program yang lebih tepat sasaran.

Sinergi Lintas Sektoral
Rapat koordinasi ini juga menghadirkan sejumlah ahli dan perwakilan dari lembaga terkait untuk memberikan pandangan tentang aturan terbaru mengenai pesantren, terutama mengenai penerapan Undang-Undang Pesantren di level lokal. RMI Jatim bertekad untuk terus memantau peraturan lanjutan dari pemerintah agar selalu mendukung kepentingan santri dan kedaulatan pesantren.
Dalam sesi yang lain ada harapan akan perlunya standardisasi kualitas pesantren sembari tetap memberikan ruang bagi keunikan masing-masing pesantren (kearifan lokal). Ini disambut positif oleh para pengurus wilayah sebagai kontribusi berharga dalam merumuskan rencana kerja tahunan.
Konsolidasi Barisan
Beberapa poin dari konsolidasi tersebut meliputi:

1. Penyelarasan Program Kerja: Menjamin tidak adanya tumpang tindih program antara wilayah dan cabang tetapi saling suport dan kerjasama antar pimpinan.
2. Penguatan Media Pesantren: Mendorong setiap pesantren untuk aktif melakukan promosi digital melalui konten kreatif yang inspiratif.

Sekretaris PW RMI NU Jatim menambahkan bahwa kesuksesan RMI sangat bergantung pada persaudaraan antar-pengasuh. “Rakor ini merupakan penggerak utama. Jika komponen ini berfungsi dengan baik, maka gerbong besar bernama RMI ini akan mencapai tujuan mulia, yaitu pesantren yang mandiri, berwibawa, dan penuh berkah,” ujarnya.

Penutup dan Harapan
Rapat koordinasi ditutup dengan doa, meminta berkah untuk seluruh santri dan pesantren yang ada di Jawa Timur. Setelah kegiatan ini selesai, PW RMI NU Jawa Timur berharap para pengurus cabang dapat membawa semangat baru ke daerah masing-masing untuk segera melaksanakan hasil keputusan dari rakor ini. Kebersamaan dalam rakor ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kerjasama dan kepatuhan kepada ulama tetap menjadi esensi utama dalam menjalankan roda organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
——————————
Redaktur: Tim Media PW RMI NU Jatim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *