PW RMI NU Jatim Selenggarakan Seminar dan Sosialisasi Beasiswa di Probolinggo
Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PW RMI NU) Jawa Timur melaksanakan Seminar Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton, Probolinggo. Acara penting ini diadakan sebagai wujud komitmen bersama untuk memperkuat peran pesantren, tidak hanya sebagai institusi pendidikan agama, tetapi juga sebagai tempat untuk perkembangan generasi muda yang sehat, bermoral, dan berkarakter.

Melalui seminar ini, PW RMI NU Jawa Timur menekankan pentingnya kerjasama seluruh unsur pesantren untuk menciptakan sistem perlindungan santri yang lebih efektif. Tindakan ini diambil untuk membangun kesadaran bersama mengenai betapa pentingnya menjaga marwah pesantren sebagai tempat yang aman, nyaman, bersih, dan terlindungi dari berbagai ancaman sosial, khususnya risiko narkoba dan tindakan pelecehan seksual. Forum ini juga berhasil menjadi tempat diskusi untuk meningkatkan kewaspadaan serta pencegahan awal terhadap segala penyimpangan yang dapat membahayakan lingkungan pesantren.
Sosialisasi Beasiswa LPPD Jatim 2026
Acara dimulai dengan Sosialisasi Beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (LPPD) Tahun 2026 yang disampaikan langsung oleh Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, M.A. Program beasiswa yang ditujukan untuk santri ini hadir sebagai upaya nyata dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pesantren, serta membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi santri yang berprestasi.
Setelah penyampaian, panitia mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas materi yang dibagikan oleh Prof. Abd. Halim Soebahar. Informasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat besar dan membuka peluang berharga bagi santri untuk melanjutkan pendidikan serta mengembangkan kemampuan akademik mereka.
Deklarasi Pernyataan Sikap RMI PWNU Jatim
Saat memasuki agenda utama berikutnya, suasana penuh khidmat menyelimuti pembacaan Pernyataan Sikap yang dilakukan oleh Tim RMI PWNU Jawa Timur. Deklarasi ini menegaskan komitmen moral bersama bahwa pesantren adalah tempat pendidikan yang aman, kondusif, inklusif, dan bebas dari segala jenis kekerasan atau penyalahgunaan yang bisa mengganggu proses belajar-mengajar.
Pernyataan sikap ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi semua pengelola pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama untuk tetap konsisten menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan beradab demi melindungi masa depan generasi muda.
Sinergi Lewat Dokumentasi Bersama

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara yang berjalan dengan baik, dilakukan sesi foto dan video bersama. Semua narasumber, tamu kehormatan, anggota pengurus PW RMI NU Jatim, serta pihak-pihak terkait yang ditentukan oleh panitia berkumpul di atas panggung yang diarahkan oleh tim dokumentasi.
Sesi ini menjadi lambang kuatnya sinergi, kebersamaan, dan keteguhan dalam menjaga marwah pondok pesantren di Jawa Timur agar tetap menjadi benteng moral bangsa yang aman untuk semua santri.







